Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan sikap tegas dan tidak kenal kompromi terhadap anggotanya yang terbukti terlibat dalam kasus narkoba. Pernyataan ini disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, yang menekankan bahwa tidak akan ada toleransi atau perlakuan istimewa.
Komitmen Penegakan Disiplin Tanpa Impunitas
Johnny menjelaskan bahwa penyelenggaraan sidang etik merupakan bentuk nyata komitmen institusi Polri dalam menegakkan disiplin internal. Setiap individu dalam tubuh Polri yang terjerat jaringan narkoba akan diproses sesuai hukum dan peraturan yang berlaku, tanpa adanya impunitas atau kekebalan hukum.
“Tidak ada toleransi, tidak ada perlakuan istimewa bagi setiap individu Polri jika terlibat dalam jaringan narkoba ini,” tegas Johnny. Langkah ini menunjukkan keseriusan Polri untuk membersihkan barisannya dari praktik-praktik yang melanggar hukum.
Narkoba Sebagai Ancaman Serius Bangsa
Di balik sikap tegas tersebut, terdapat kesadaran mendalam akan dampak buruk narkotika. Johnny menyebut kejahatan narkoba sebagai ancaman serius yang membahayakan masa depan dan eksistensi bangsa Indonesia.
“Kami sadari bahwa narkoba adalah kejahatan luar biasa yang mengancam eksistensi dari bangsa Indonesia,” ujarnya. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara konsisten dan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap anggota institusi penegak hukum sendiri. Konsistensi ini dianggap kunci untuk memerangi peredaran gelap narkotika secara efektif.