Kolaborasi ALVAboard dan Rekosistem Atasi Limbah Kemasan E-commerce

Kolaborasi ALVAboard dan Rekosistem Atasi Limbah Kemasan E-commerce

pengertian return to player

Menjelang momen belanja besar seperti Lebaran, aktivitas belanja online memang menunjukkan peningkatan signifikan. Namun, di balik kemudahan tersebut, terselip persoalan lingkungan yang serius: gunungan sampah kemasan yang semakin menggunung. Menanggapi tantangan ini, ALVAboard, produsen kemasan plastik dari Kabupaten Tangerang, mengumumkan kerja sama strategis dengan Rekosistem.

Kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan sistem pengelolaan limbah kemasan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar kampanye, inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular pada industri kemasan.

Tanggung Jawab Produsen Hingga Akhir Siklus

Alden Lukman, CEO ALVAboard, menekankan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak boleh berakhir ketika produk telah diterima konsumen. Menurutnya, siklus hidup material harus dikawal hingga fase pasca-konsumsi.

“Material kemasan yang berhasil dikumpulkan akan melalui proses pemilahan, pencatatan, dan pengolahan untuk didaur ulang sesuai standar yang berlaku. Visi kami adalah memastikan material ini tidak berakhir sebagai limbah, melainkan dapat kembali dimasukkan ke dalam siklus produksi,” jelas Alden.

Mengubah Paradigma Terhadap Sampah

Pendekatan ekonomi sirkular yang diusung menawarkan solusi sistemik dengan mengubah cara pandang terhadap limbah. Dalam kerangka ini, kemasan bekas pakai tidak lagi dilihat sebagai sampah akhir, tetapi sebagai sumber daya bernilai yang siap dimanfaatkan kembali.

Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru dari material yang sebelumnya dianggap sebagai buangan.